Lenso

Edit

 

Lenso adalah istilah yang kadang membuat orang penasaran karena tidak banyak dikenal luas — sebagian orang menyebutnya sebagai jenis musik, sementara yang lain menyebutnya sebagai tarian tradisional. Di Indonesia, Lenso dikenal sebagai salah satu warisan seni yang dipopulerkan kembali sejak masa Presiden Soekarno sebagai bagian dari upaya mencari identitas budaya Indonesia sendiri setelah merdeka, sekaligus sebagai respons terhadap dominasi budaya Barat di bidang musik dan seni. 



Istilah Lenso sendiri memiliki sejarah panjang dan bisa berarti lebih dari satu hal: dari tarian pergaulan yang berasal dari daerah timur Indonesia (seperti Maluku) hingga irama atau musik yang mengiringi tarian tersebut. Soekarno mendorong para musisi Indonesia untuk mengembangkan “Lenso Gaya Baru” yang dipadukan dengan kreativitas dan instrumen lokal sebagai bentuk ekspresi musik yang punya karakter Indonesia. 


Dalam praktiknya, musik Lenso tidak memiliki aturan baku seperti genre modern lain — tidak ada struktur instrumen atau bentuk suara yang pasti, karena justru ruang kreatif dan eksperimen adalah bagian dari gagasan aslinya. Pendekatan ini bahkan diwujudkan melalui pameran dan arsip yang mencoba menghidupkan kembali narasi sejarah Lenso termasuk sebagai musik atau tari yang berpengaruh secara turun-temurun. 



0 comments:

Post a Comment